Prodi Biologi Berikan Sosialisasi SKPI dan Turnitin, Begini Prosedurnya

  • 11 Desember 2023
  • 01:26 WITA
  • Admin_Bio
  • Berita

Program Studi Biologi FST UIN Alauddin Makassar memberikan sosialisasi kepada mahasiswa tahap akhir mengenai pengisian Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan Cek Deteksi Plagiat melalui Turnitin pada Sabtu 9 Desember 2023 lalu. Bertempat di Lecture Theatre (LT) FST, kegiatan ini dihadiri oleh 49 orang mahasiswa tahap akhir dari 122 orang mahasiswa target yang terlampir dalam undangan, mulai dari angkatan 2017 hingga angkatan 2020. Namun, jumlah peserta yang di bawah ekspektasi tersebut tidak menyurutkan semangat pemateri, dalam hal ini Sekretaris Prodi Biologi, Zulkarnain, M.Kes., dan Pengelola Turnitin Prodi Biologi, Syarif Hidayat Amrullah, M.Sc.


Tepat pukul 10.00 WITA kegiatan dimulai dengan dipandu oleh Nurman, M.Si., selaku moderator. Zulkarnain sebagai pemateri pertama mengawali dengan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai SKPI, dilanjutkan dengan urgensi SKPI bagi lulusan, khususnya di Prodi Biologi.

"Urgensi SKPI berdasarkan amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 1 tahun 2016, bahwa setiap lulusan berhak mendapatkan Ijazah, Transkrip, dan SKPI. Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sendiri merupakan salah satu bukti yang komprehensif tentang lulusan yang mencakup prestasi, soft skill dan pengalaman belajar, dan kompetensi tambahan mencakup kepemimpinan dan kegiatan sosial", ujar pria yang sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Biologi tersebut.

Adapun prosedur* untuk mendapatkan SKPI ini, lanjut Pak Nain -begitu ia akrab disapa-, melalui tahapan berikut: mahasiswa menginput kegiatan di bagian SKPI pada Portal Akademik masing-masing, diverifikasi oleh pimpinan Prodi (Ketua atau Sekretaris), dan divalidasi transliterasi bahasa Inggrisnya oleh Pusat Bahasa UIN Alauddin Makassar.


Materi selanjutnya, tentang Cek Deteksi Plagiat melalui Turnitin dibawakan oleh Syarif Hidayat Amrullah. Dalam materinya, pria yang juga bertugas sebagai Pembina HMJ Biologi FST tersebut menyampaikan tentang definisi plagiat, plagiarisme, parafrasa, dan bagaimana Turnitin dapat menjadi sarana pencegahan plagiat.

"Berdasarkan SK Rektor UIN Alauddin Makassar No. 198.B tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Deteksi Plagiat pada Setiap Karya Ilmiah SKRektor No. 226.D tahun 2019 tentang Pedoman Edukasi, maka setiap mahasiswa diharuskan melakukan cek/deteksi plagiasi terhadap laporan akhir, skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah lainnya. Di Prodi kita, untuk edaran terakhir dijadikan sebagai syarat pengambilan ijazah, meskipun prodi lain memiliki kebijakan berbeda-beda, ada yang mengecek di tiap tahap; proposal, hasil, dan munaqasyah".

Tentang prosedur pengecekan plagiat, lebih lanjut Pak Ullah -begitu ia akrab disapa- memberikan simulasi, mulai dari: membuka website dan mencari menu samping** "Uji Deteksi Plagiat"; mengisi form dengan Berita Acara Sidang terakhir, Permohonan Pengecekan, dan Manuskrip Skripsi; lalu diproses meliputi pengecekan typo dengan GoogleDocs, pengecekan dengan aplikasi web Turnitin, pemantulan jika index kemiripan masih >25%, dan pembuatan Surat Keterangan Bebas Plagiasi yang ditandatangani oleh Ketua GPM, Pembimbing, dan Ketua Prodi jika manuskrip sudah memenuhi syarat.


Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan berakhir menjelang waktu shalat Dhuhur. Salah satu peserta sosialisasi, Icha Ayunita Kahby (angkatan 2020/Rhi20id) menyampaikan rasa terima kasihnya dengan adanya sosialisasi ini.

"Terima kasih kepada pihak prodi yang menyelenggarakan kegiatan ini, sehingga kami bisa lebih mengetahui berkas apa saja yang bisa dimasukkan dalam SKPI, berikut cara pengisiannya. Begitupun dengan Uji Plagiat dengan Turnitin, bisa membuat kita lebih aware terhadap kemungkinan menjiplak karya orang lain, sehingga para mahasiswa tahap akhir termasuk saya bisa mempersiapkan skripsi yang memiliki nilai orisinalitas menuju sarjana di tahun depan, InsyaaAllah", ujarnya dengan penuh semangat.

Kedua pemateri berharap, dengan sosialisasi tersebut mahasiswa tahap akhir bisa lebih paham dan lebih sigap dalam pengisian SKPI dan pengecekan plagiat melalui Turnitin, sehingga tidak ada lagi kendala dalam pengambilan ijazah. Mahasiswa bisa lebih cepat menerima Ijazah, Transkrip, dan SKPI-nya, untuk kemudian siap menghadapi tantangan di "dunia nyata". (SHA)

 

*Pedoman SKPI UINAM: klik di sini

**Form Cek Plagiasi Turnitin: klik di sini