Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Melahirkan Generasi Qur'ani Berdaya Saing Digital, LDF Ulil Albaab FST Gelar Daurah Keislaman

Melahirkan Generasi Qur'ani Berdaya Saing Digital, LDF Ulil Albaab FST Gelar Daurah Keislaman

Gowa – Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Ulil Albaab Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan kegiatan Daurah Keislaman: The Qur’anic Tech-Gen pada 6 Juni 2026 di LT Fakultas Sains dan Teknologi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman keislaman mahasiswa sekaligus membentuk karakter generasi Qur’ani di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan peserta melalui penguatan pemahaman mengenai urgensi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Selain itu, daurah ini juga bertujuan meningkatkan kecakapan literasi peserta melalui penguatan minat baca serta tadabbur Al-Qur’an secara kontekstual. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu membangun karakter yang berintegritas, berakhlakul karimah, dan memiliki etika dalam berinteraksi, khususnya di era digital yang terus berkembang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta sebagai tahap awal sebelum memasuki agenda inti. Setelah seluruh peserta hadir, kegiatan dibuka secara resmi melalui pembacaan tilawah Al-Qur’an, sambutan, serta doa bersama. Peserta kemudian mengikuti sesi materi pertama bertema “Al-Qur’an sebagai Worldview” yang membahas bagaimana Al-Qur’an memandang perkembangan sains dan teknologi serta relevansinya dalam kehidupan modern.

Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai “Adab Digital dan Etika Generasi Qur’ani” yang menekankan pentingnya menjaga lisan, sikap, dan interaksi di media sosial berdasarkan tuntunan wahyu. Setelah sesi tersebut, kegiatan diselingi dengan istirahat, salat, dan makan siang (ishoma) sebelum dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat studi kasus mengenai tantangan moral mahasiswa di era big data. Diskusi berlangsung aktif dengan peserta saling bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan generasi di tengah perkembangan teknologi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi spiritual bertema “Manajemen Hati di Dunia yang Bising” yang membahas teknik tadabbur Al-Qur’an untuk mencapai ketenangan jiwa (tazkiyatun nafs). Menjelang akhir acara, peserta melaksanakan salat Ashar dan dzikir bersama, kemudian kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan, pembagian sertifikat bagi peserta terbaik, serta sesi foto bersama.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa pemateri, yaitu Ustadz Zulfikar Habibillah, S.Ag., Ustadzah Hastuti, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Ustadz Muhtar, S.T., M.T. Dalam salah satu penyampaiannya, Ustadz Muhtar menyampaikan bahwa

“Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bukan sekadar dibaca, tetapi dipahami, diamalkan, dan dijadikan kompas moral di tengah derasnya arus modernisasi.”

Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bagi peserta mengenai relevansi nilai-nilai Al-Qur’an dalam menghadapi tantangan zaman.

Atmosfer kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat dari para peserta sejak awal hingga akhir acara. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam menyimak materi, mengajukan pertanyaan, hingga terlibat dalam sesi diskusi kelompok. Interaksi antara narasumber dan peserta menciptakan suasana yang komunikatif, hangat, serta kondusif untuk bertukar gagasan dan pengalaman.

Suasana spiritual juga terasa khidmat ketika peserta mengikuti sesi tadabbur, dzikir, dan refleksi diri. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan intelektual mengenai tantangan moral di era digital, tetapi juga penguatan nilai spiritual yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sebagai generasi Qur’ani di tengah perkembangan zaman. (SHA)

Kontributor : BDAG (UKH BioSense_HMJ Biologi UINAM)