GOWA, Samata – Memasuki fase krusial dalam perjalanan akademik, mahasiswa baru (angkatan 2025) Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar kini tengah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan nyata di laboratorium. Melalui kegiatan "Asistensi Umum Praktikum", prodi berupaya membangun fondasi yang kokoh agar para praktikan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi dalam menjalani "suksesi" menjadi ilmuwan muda.
Kegiatan yang berlangsung mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WITA di Lecture Theatre (LT) FST ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan persepsi antara dosen penanggung jawab praktikum, laboran pelaksana, asisten, dan praktikan sebelum mereka terjun langsung melakukan pengamatan di laboratorium. Semester ini terjadwal Praktikum Taksonomi Invertebrata, yang terdiri dari tujuh unit pengamatan: Protozoa, Porifera, Coelenterata, Vermes, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata.
Menyusun "Cetak Biru" Laporan Ilmiah
Sesi awal dibuka dengan pemaparan materi teknik penulisan laporan lengkap praktikum oleh Rahmat Fajrin Alir, S.Si., M.Si. Dalam sesi ini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk menerjemahkan hasil pengamatan laboratorium menjadi sebuah narasi ilmiah yang sistematis.
"Tahun ini, terdapat PEMBARUAN kebijakan di mana persentase PENILAIAN LAPORAN DITINGKATKAN. Langkah ini diambil sebagai stimulus agar mahasiswa lebih serius dalam mendokumentasikan setiap fenomena biologis yang mereka temukan. Laporan praktikum bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan refleksi dari ketelitian dan integritas seorang calon Sarjana Sains," jelas laboran yang bertugas di Laboratorium Genetika tersebut.
Katalisator Motivasi dari Para Pakar
Suasana semakin hangat saat memasuki sesi Asistensi Umum yang dihadiri oleh jajaran dosen penanggungjawab, di antaranya Dr. Siti Aisyah Sijid, S.Pd., M.Kes. (Koordinator Dosen PJ), Zulkarnain, S.Si., M.Kes., dan Syarif Hidayat Amrullah, S.Pd., M.Sc. Kehadiran para dosen ini berfungsi sebagai katalisator yang memberikan suntikan motivasi bagi mahasiswa baru, juga menunjukkan kolaborasi yang harus dicontoh oleh para praktikan selama satu semester ke depan.
Dalam arahannya, Zulkarnain menekankan pentingnya strategi manajemen waktu dan kerja sama tim. Beliau mengingatkan bahwa laboratorium adalah ekosistem yang menuntut simbiosis antar-praktikan untuk bisa bertahan.
"Harapannya semoga para mahasiswa dapat mengikuti praktikum dengan sepenuh hati, mampu me-manage waktu, membangun kebersamaan, dan kekompakan agar mampu menjalani kegiatan praktikum serta membuat laporan dengan baik sehingga lulus tanpa harus mengulang di semester berikutnya," ungkap Zulkarnain penuh harap.
Syarif Hidayat Amrullah dan Siti Aisyah Sijid pada gilirannya memberikan arahan, menambahkan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan, meningkatkan kepedulian sesama praktikan dan angkatan, juga kedisiplinan yang diminta harus lebih baik dibanding kehadiran di kelas saat mengikuti perkuliahan teori.
Mengenal Teritori dan Etika Laboratorium
Sebagai penutup rangkaian pembekalan, Pelaksana Praktikum Taksonomi Invertebrata tahun akademik 2025/2026, Sofyan, S.Pd., M.Pd., memaparkan tata tertib dan aturan main selama berada di laboratorium. Pemahaman mengenai nisia atau peran masing-masing mahasiswa di dalam lab sangat ditekankan guna menjaga keselamatan kerja, efektivitas penelitian, serta efisiensi waktu pelaksanaan praktikum.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari dinamika tanya jawab yang terjadi antara praktikan dan tim asisten. Meski beban praktikum di Biologi dikenal cukup "padat energi", semangat kolektif yang terbangun dalam asistensi ini menjadi sinyal positif bagi keberhasilan akademik mahasiswa ke depan.
Susmita, salah satu praktikan baru dari Kelas C, menyampaikan pandangannya mengenai kegiatan.
"Kami berterimakasih kepada penyelenggara, karena betul-betul memberikan bekal yang kami butuhkan dalam menghadapi "penjajahan waktu" selama satu semester ke depan. Mulai dari membenahi manajemen waktu dan kedisiplinan, serta meningkatkan empati sesama praktikan agar tidak ada satupun rekan seangkatan yang "tertinggal" karena harus memprogramkan reguler kembali di tahun-tahun mendatang. Jika kami merasa lelah, cukup bercermin pada asisten, laboran, dan para dosen yang dulu pernah ada di posisi kami sebagai praktikan", ungkapnya.
Sesi terakhir ditutup Sofyan dengan pembagian kelompok beserta asisten praktikumnya masing-masing di setiap kelas; A, B, dan C. Dengan pembekalan yang komprehensif ini, Prodi Biologi UINAM tidak hanya mencetak mahasiswa yang cerdas secara kognitif, tetapi juga individu yang memiliki etos kerja disiplin dan resiliensi yang tangguh dalam menghadapi setiap variabel tantangan di dunia sains. (SHA)
Kontributor: SR (Laboran Pelaksana Praktikum Invertebrata 25/26)