Gowa
– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar
melaksanakan sejumlah program kerja yang berfokus pada peningkatan kualitas
kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendukung perkembangan anak dan
menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, serta edukatif di Desa
Bonto-Bontoa.
Salah
satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah sosialisasi pencegahan bullying
dan penggunaan gadget secara bijak yang dilaksanakan di tiga sekolah, yaitu SD
Inpres Taricco, SDN 56 Paradayya, dan MIS Qaulan Nabhan Bulu-Bulu. Kegiatan
tersebut menyasar 53 siswa dengan melibatkan mahasiswa KKN sebagai pemateri.
Kegiatan
ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai dampak perilaku bullying, tetapi
juga mendorong siswa untuk membangun kebiasaan saling menghargai serta
menggunakan perangkat digital secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Upaya
tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung
perkembangan perilaku, rasa percaya diri, dan interaksi sosial anak.
Berdasarkan
hasil evaluasi yang tercantum dalam pelaksanaan kegiatan, dari 53 siswa yang
sebelumnya mengalami bullying, sebanyak 42 siswa atau sekitar 79,25% tidak lagi
mengalami bullying setelah diberikan sosialisasi. Sementara itu, sebanyak 11
siswa atau sekitar 20,75% masih mengalami bullying.
Hasil
tersebut menunjukkan adanya perubahan positif setelah kegiatan dilaksanakan.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan bullying, siswa juga
diarahkan untuk memahami pentingnya menghargai sesama dan membangun hubungan
sosial yang lebih positif.
Selain
kegiatan tersebut, mahasiswa KKN juga melaksanakan Gema Anak Sholeh, sebuah
kegiatan yang melibatkan anak-anak TKA/TPA dan siswa sekolah dasar. Kegiatan
ini dirancang untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, karakter, serta
kemampuan anak melalui berbagai aktivitas dan perlombaan.
Melalui
rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Reguler Angkatan 79 berupaya
memberikan kontribusi nyata dalam membangun lingkungan yang mendukung
perkembangan anak, pembentukan karakter, interaksi sosial yang sehat, serta
penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Program-program yang dilaksanakan di Desa Bonto-Bontoa diharapkan tidak berhenti selama masa KKN berlangsung, tetapi dapat menjadi pengalaman dan kebiasaan positif yang terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. (SHA)
Kontributor : BDAG (UKH BIOSENSE_HMJ BIOLOGI FST UINAM)