GOWA, Samata – Jika biasanya mahasiswa Biologi berkutat dengan mikroskop untuk mengamati spesimen, Senin sore (13/04) di Gedung C Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar, fokus mereka beralih pada ketajaman lensa jurnalistik. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Penulisan Berita guna memicu "reseptor" kepekaan mahasiswa dalam menangkap fenomena kampus menjadi narasi yang informatif.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA ini menghadirkan Muh. Azhar S. Putra, S.Si., Koordinator UKH BioSense periode 2024, sebagai pemateri utama. Di bawah panduan moderator Jumratul Husna, suasana pelatihan berlangsung interaktif, mengubah ruang kelas menjadi dapur redaksi yang dinamis.
Menyusun "Fenotipe" Berita yang Akurat
Dalam pemaparannya, Azhar menekankan bahwa menulis berita sejatinya adalah proses transkripsi fakta. Sebagaimana informasi genetik yang harus disalin dengan akurat agar menghasilkan sifat yang tepat, sebuah berita harus mampu menyalin realitas di lapangan menjadi teks tanpa distorsi.
"Menulis berita bukan sekadar merangkai kata secara estetis, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam menyuarakan kebenaran. Di dalamnya ada unsur integritas, ketelitian, dan kejujuran yang menjadi tulang punggung sebuah karya jurnalistik," ujar Azhar di hadapan para peserta.
Memutus "Dormansi" Kreativitas
Sesi diskusi menjadi bagian paling hidup saat sejumlah mahasiswa mulai "berkecambah" idenya. Banyak peserta yang mengeluhkan kendala awal dalam memulai tulisan, terutama dalam menentukan sudut pandang (angle) dan menyusun lead atau teras berita yang memikat.
Menanggapi hal tersebut, Azhar memberikan motivasi untuk memutus masa "dormansi" atau kelesuan dalam berkarya. Menurutnya, kemampuan menulis bukanlah bakat bawaan sejak lahir, melainkan keterampilan yang berkembang melalui habituasi.
“Menulis itu soal frekuensi. Semakin sering dilatih, maka insting jurnalistik akan semakin terasah. Jangan terbebani untuk menjadi sempurna sejak awal. Mulailah menulis, maka tulisan itu akan tumbuh dan berkembang seiring waktu,” pesannya yang disambut antusias oleh audiens.
Membangun Ekosistem Informasi Kampus
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni akademik semata. HMJ Biologi ingin agar mahasiswa memiliki kemandirian dalam mendokumentasikan setiap kegiatan prodi. Dengan kemampuan jurnalistik yang mumpuni, setiap momen di laboratorium maupun di lapangan dapat menjadi jejak digital yang bernilai dan profesional.
Melalui kegiatan ini, civitas academica Biologi UINAM kini memiliki modal untuk tidak hanya menjadi subjek dalam sains, tetapi juga menjadi narator yang mampu mengomunikasikan fakta ilmiah dan kegiatan sosial mereka kepada publik secara lebih luas dan "humanis". (SHA)
Kontributor: BDAG (UKH_BioSense/HMJ_BioFST)