GOWA, Samata – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar sukses membuktikan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas di dalam laboratorium, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan ekosistem yang nyata. Melalui proses seleksi proposal yang sangat kompetitif di tingkat nasional, HMJ Biologi berhasil mengamankan pendanaan sebesar Rp50 juta dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Dana hibah dari program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk menggerakkan agenda Youth Conservation Camp di Kabupaten Bulukumba. Langkah ini menjadi kontribusi konkret kampus hijau dalam mendukung target nasional FOLU Net Sink 2030 guna menekan emisi karbon dunia.
Misi Hijau di Pesisir Dego-Degona
Kegiatan yang direncanakan dihelat pada 24 April 2026 ini akan berpusat di Desa Luppung Manyampa dan kawasan pesisir Dego-Degona Bira. Proyek ini bukan sekadar kemah biasa, melainkan sebuah bentuk "simbiosis mutualisme" antara edukasi lingkungan dan aksi lapangan.
Beberapa poin krusial dalam program ini meliputi:
- Restorasi Skala Besar: Target penanaman 3.000 bibit mangrove dengan standar kelangsungan hidup (survival rate) minimal 80%.
- Agen Perubahan Muda: Melibatkan 92 pelajar yang berasal dari 23 sekolah di seluruh Kabupaten Bulukumba.
- Edukasi Berkelanjutan: Peserta akan dibekali materi dari para pakar konservasi mangrove dan terumbu karang sebelum terjun langsung ke lapangan.
Investasi Ekologis untuk Masa Depan
Ketua HMJ Biologi FST UINAM, Abdul Muhaimin, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif Bidang Pengabdian Masyarakat dan UKH Toksi di bawah arahan Dewan Pembina, Syarif Hidayat Amrullah, S.Pd., M.Sc.. Ia optimis bahwa program ini akan menciptakan model kolaborasi tahunan yang transparan dan berbasis data antara pemuda, sekolah, dan pemerintah desa.
"Kami meyakini bahwa dukungan pendanaan ini akan menghasilkan manfaat ekologis berupa pemulihan fungsi mangrove pesisir Bulukumba serta meningkatkan literasi lingkungan generasi muda," ujar Muhaimin.
Pembina HMJ yang dimintai pendapat di tempat yang berbeda berharap program ini tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup monitoring berkala untuk memastikan bibit-bibit tersebut tumbuh kuat dan menjadi benteng alami pesisir di masa depan. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan didokumentasikan sebagai best practice (praktik terbaik) rehabilitasi lingkungan berbasis pemuda yang dapat dicontoh oleh daerah lain. (SHA)
Kontributor: BDAG (UKHBioSense_HMJBioFST)