Program
Studi Biologi UIN Alauddin Makassar kembali menghelat event akbar yakni 2nd
International Conference on Biological and Life Science (Icobals) 2023 yang
merupakan kegiatan Konferensi Internasional yang dihelat Prodi Biologi tiap 2
tahun sekali (24-25/10/2023).
Icobals tahun ini berlangsung dengan sangat menarik dengan menghadirkan peneliti dari negara Bosnia-Herzegovina dan Costa Rica serta Indonesia. Icobals juga berkolaborasi apik dengan Biology Learning Fair (BIOLEAF) dan Prodi Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta turut menggandeng Forum Peneliti Muda (ForMIND) dengan menghadirkan total 6 narasumber dari Indonesia.
Icobals yang kedua ini dilaksanakan pada tanggal 24-25 Oktober 2023 di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar dengan tema "Collaboration across disciplines for efficient biodiversity and sustainable development". Kegiatan dihelat secara hybrid dan dibuka dengan sajian sambutan lokal berupa pertunjukan Angaru dan tari tradisional Sulawesi Selatan.
Jabal
Akbar Nur, sebagai ketua Panitia Bioleaf yang
merupakan ajang kompetisi akbar tingkat nasional mengungkapkan bahwa
animo peserta yang berasal dari siswa SMA dan mahasiswa dari seluruh Indonesia
ini cukup tinggi, sehingga diperlukan perpanjangan waktu kompetisi. Tema
kompetisi pun mencakup kolaborasi ilmu.
“Bioleaf
yang ke-sepuluh ini menarik begitu banyak animo siswa dan mahasiswa. Bahkan
perlu ada perpanjangan waktu karena beberapa peserta mengajukan permintaan
pendaftaran tambahan. Kami juga dengan bangga berkolaborasi dan berpartispasi
aktif dalam kegiatan konferensi internasional, Icobals tahun ini”.
Sementara
itu menurut ketua panitia Icobals, tema konferensi yang mengusung kolaborasi
antar disiplin ilmu yang mumpuni diharapkan mampu menawarkan solusi inovatif
untuk mengatasi masalah lingkungan yang belum terselesaikan dan menjadi
investasi strategis untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045,
“Icobals
Tahun ini mengusung kolaborasi apik dari beragam disiplin ilmu, harapannya agar
dari kegiatan ini bisa melahirkan gagasan yang solutif untuk beragam
problematika dan masalah lingkungan yang menjadi pekerjaan rumah bersama”, tutur
Isna Rasdianah Aziz, S.Si., M.Sc.
Ia
juga melanjutkan dalam laporannya bahwa konferensi ini dihadiri lebih dari 300
peserta secara luring dan daring berasal dari Indonesia, Bosnia-Herzegovina,
Paris, dan USA.
Dekan
FST, Ar. Fahmyddin A'raaf Tauhid, ST., M. Arch., Ph.D., IAI menambahkan bahwa
konferensi ini secara berkesinambungan harus terus dilaksanakan, sebagai wujud
transfer ilmu dan pengalaman antar negara.
“Kami
mendorong semua pihak terus mengadakan kegiatan seperti ini, kolaborasi yang
baik dari lintas ilmu dan negara, jadi harus terus dilaksanakan secara
konsisten”, ungkapnya.
Dipandu oleh moderator Syarif Hidayat Amrullah, S.Pd, M.Sc., narasumber pertama Prof. Dr. Suzana Gotovac Atlagić dan Sunčica Sukur, M.Sc. yang berasal dari Departement of Chemistry, Faculty of Natural Science and Mathematics, University of Banja Luka, Bosnia-Herzegovina. Prof Suzana membahas tentang temuan mereka dalam bidang nanoteknologi yang telah berhasil mendapatkan paten.
Dilanjutkan
oleh Dr. Luis Castillo-Henriquez (Faculty of Pharmacy, Universidad de Costa
Rica, Costa Rica) yang memaparkan penggunaan buah rambutan dalam penelitian
nanopartikelnya.
Selanjutnya
konferensi dilanjutkan pemaparan dari Dr. Ida Kinasih, M.Si. dari Program Studi
UIN Sunan Gunung Djati yang juga mendapatkan paten dalam bidang entomologi
mengungkapkan bahwa industri lebah madu di Indonesia menjanjikan masa depan
yang cerah.
Konferensi
hari pertama inipun ditutup oleh pemaparan Dr. Cut Muthiadin, M.Si. (Prodi
Biologi UINAM) peneliti genetika manusia yang memaparkan evolusi dan studi
genom manusia.
Kegiatan
yang berlangsung selama 2 hari ini, diikuti antusias oleh peserta baik secara
luring maupun daring, dengan banyaknya pertanyaan yang ditujukan kepada
narasumber.
Pada hari kedua pelaksanaan menghadirkan 4 narasumber andal yang merupakan anggota dari ForMIND dan ketua IAI diantaranya Prof. Fenny Martha Dwivany, M.Si., Ph.D. (Department of Biology, STIH, ITB, Bandung); Prof. Dr. Trina Ekawati Tallei, M.Si. (Department of Biology, Universitas Sam Ratulangi); Dr. Nurmiaty, S.P., M.P. (Department of Cultivation of Plantation Crops, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan) dan Ar. Fahmyddin A'raaf Tauhid, ST., M. Arch., Ph.D., IAI (Ketua IAI Sulawesi Selatan) turut memeriahkan konferensi dengan materi yang insightful.
Ketua Prodi Biologi, Dr. Masriany, M.Si. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada narasumber yang telah membagi ilmu dan pengalaman berharganya kepada peserta dan atas kerjakeras seluruh panitia.
"Sampai bertemu di ICOBALS 2025, yang tentunya akan lebih semarak dan meriah" ucapnya menutup kegiatan ICOBALS 2023.