Mahasiswa Biologi Kembali Eksplorasi Flora di Negeri Berselimut Awan

  • 03 Januari 2020
  • 12:00 WITA
  • SH_Amrullah
  • Berita

Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief Sinjai dijuluki Negeri Berselimut Awan. Tempat ini memiliki udara sejuk dan hamparan hutan homogen serta kekhasan tersendiri yang membuatnya semakin “akrab” dengan mahasiswa biologi. Keakraban ini semakin terlihat setelah beberapa tahun terakhir mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 melakukan praktikum lapangan Botani Dasar dan Ekologi di tempat yang terletak 152 km dari lokasi Kampus II UIN-AM ini. Yang terbaru, akhir pekan lalu tepatnya pada tanggal 3 s.d 5 Januari 2020, mahasiswa semester III (Angkatan 2018) kembali melakukan Praktikum Lapangan Taksonomi Tumbuhan.

Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 90 orang yang terdiri dari praktikan, asisten praktikum, pendamping lapangan, laboran dan dosen jurusan Biologi. Praklap Taktum ini diadakan sebagai bentuk aplikatif setelah melaksakan praktikum di laboratorium selama sekitar dua bulan. Devi Armita, selaku salah satu dosen penanggung jawab menuturkan, “Kegiatan praktikum lapangan diharapkan menjadi bentuk pembelajaran secara langsung dengan mengamati jenis tumbuhan tingkat tinggi dan rendah pada habitat aslinya serta mempelajari teknik pengambilan spesimen dan pembuatan herbarium yang benar di lapangan”.

Tak hanya pengamatan langsung, beberapa item kegiatan lain juga dilakukan selama tiga hari keberadaan di lokasi. Mulai dari sesi menghafal nama ilmiah, persiapan spesimen herbarium, deskripsi tumbuhan dan tracking menyusuri tiga blok yang ada pada kawasan Taman Hutan Raya. Tahura Abdul Latief Sinjai terbilang cukup luas dengan pembagian Kawasan yang meliputi: Blok Koleksi dengan ketinggian ±1500 mdpl, kemiringan tempat 15-45o dan luas area blok 40,23 Ha; Blok Perlindungan dengan ketinggian ±1.500 mdpl, kelerengan >30o, dan luas area blok 403,13 Ha; serta Blok Pemanfaatan dengan ketinggian ±1.500-1800 mdpl, dengan tingkat kelerengan/kemiringan 10-20o, dan luas area blok 225,05 Ha.  Tracking dalam kawasan dilakukan dengan mengeksplorasi atau menjelajah secara langsung tumbuhan pada habitat aslinya kemudian dilanjutkan dengan praktik identifikasi langsung sebagaimana yang telah dilakukan pada saat praktikum di laboratorim.

Seluruh rangkaian kegiatan dari hari pertama sampai tiba saat kepulangan di hari ketiga berjalan lancar, meski cuaca yang kurang bersahabat melanda seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali Kawasan Tahura. Para asisten praktikum, pendamping lapangan, dan dosen penanggung jawab sangat mengapresiasi semangat para praktikan yang menunjukkan antusias tinggi saat pelaksanaan praktikum lapangan ini. “Pelaksanaan kegiatan tracking sempat terhalang hujan dan kondisi berkabut. Ditambah lagi, kondisi lokasi tracking yang licin dan curam. Namun itu tidak menyurutkan semangat adik-adik untuk menyelesaikan seluruh rangkaian praklap”, ujar Mawaddah selaku Koordinator Asisten Praktikum. “Di jalur yang dilalui juga banyak dijumpai pacet, tapi hal ini tak mematahkan rasa penasaran para praktikan. Lagian, tidak apa sesekali ketemu pacet, kan bosan selama di kota ketemunya hanya sama macet”, pungkasnya seraya bercanda. (MW/SHA)